Minggu, 12 Juni 2016

SEMANTIK (PILIHAN SAYA DALAM LINGUISTIK)



SEMANTIK
            Seperti yang sudah dipelajari sebelumnya, dalam linguistic saya memilih leksikologi. Tetapi, saya tidak menguasai materi itu dengan baik dan benar, sehingga saya tidak terlalu mengerti jika ada orang lain bertanya tentang leksikologi. Tetapi, dalam cabang ilmu linguistic ada 1 yang saya pahami, yaitu semantic. Walaupun tidak terlalu mengerti haha. Okay saya akan membahasnya.
I.         Pengertian Semantik Menurut Para Ahli
Kata semantik dalam bahasa indonesia (Inggris: semantics) berasal dari bahasa Yunani sema (kata benda yang berarti “tanda” atau “lambang” kata kerjanya adalah semaino yang berarti “menandai” atau “melambangkan” (Chaer, 2009: 2) yang dimaksud tanda atau lambang disini sebagai padanan kata sema itu adalah tanda linguistik (Perancis: signé linguistique)
a.     Ferdinand de Saussure (1966)
Yaitu yang terdiri dari (1) komponen yang mengartikan, yang berwujud bentuk-bentuk bunyi bahasa dan (2) komponen yang diartikan atau makna dari komponen yang pertama itu. Kedua komponen ini adalah merupakan tanda atau lambang, sedangkan yang ditandai atau atau yang dilambanginya adalah sesuatu yang berbeda diluar bahsa yang lazim disebut referen atau hal yang ditunjuk.
b.    Tarigan (1985:2)
Mengatakan bahwa semantik dapat dipakai dalam pengertian luas dan dalam pengertian sempit. Semantik dalam arti sempit dapat diartikan sebagai telaah hubungan tanda dengan objek-objek yang merupakan wadah penerapan tanda-tanda  tersebut. Semantik dalam arti luas dapat diartikan sebagai ilmu telaah makna. Semantik menelaah lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna satu dengan makna yang lain, dan pengaruhnya terhadap manusia.
c.     J.W.M Verharr (2001:384)
Semantik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu semantik gramatikal dan semantik leksikal. Istilah semantik ini digunakan para ahli bahasa untuk menyebut salah satu cabang ilmu bahsa yang bergerak pada tataran makna atau ilmu bahsa yang mempelajari makna.
d.    Abdul Chaer (2009:6-11)
Jenis semantik berdasarkan tataran atau bagian dari bahasa yang menjadi objek penyelidikan dapat dibedakan menjadi empat, yaitu (1) semantik leksikal yang merupakan jenis semantik yang objek penelitiannya adalah leksikon dari suatu bahsa, (2) semantik gramatikal yang merupakan jenis semantik yang objek penelitiannya adalah makna-makna gramatikal dari tataran morfologi, (3) semantik sintaksikal yang merupakan jenis semantik yang sasaran penyelidikannya bertumpu pada hal-hal yang berkaitan dengan sintaksis, (4) semantik maksud yang merupakan jenis semantik yang berkenaan dengan pemakaian bentuk-bentuk gaya bahsa, seperti metafora, ironi, litotes, dan sebagainya.
e.     Charles Morrist
Mengemukakan bahwa semantik menelaah “hubungan-hubungan tanda-tanda dengan objek-objek yang merupakan wadah penerapan tanda-tanda tersebut”.
f.       Lehrer (1974:1)
Semantik adalah studi tentang makna. Bagi Lehrer, semantik merupakan bidang kajian yang sangat luas, karena turut menyinggung aspek-aspek struktur dan fungsi bahasa sehingga dapat dihubungkan dengan psikologi, filsafat dan antropologi.
g.     Kambartel (dalam Bauerk;1979:195)
Semantik mengasumsikan bahwa bahasa terdiri dari struktur yang menampakan makna apabila dihubungkan dengan objek dalam pengalaman dunia manusia.
h.    Encyclopedia Britanika (Volume 20, 1996:313)
Semantik adalah studi tentang hubungan antara suatu pembeda linguistik dengan hubungan proses mental atau simbol dalam aktifitas bicara.
i.       Dr. Mansoer Pateda
Semantik adalah subdisiplin linguistik yang membicarakan makna.
II.    Unsur Semantik
Semantik berhubungan dengan tanda-tanda, sintaksis berhubungan dengan gabungan tanda-tanda (susunan tanda-tanda) sedangkan pragmatik berhubungan dengan asal-usul, pemakaian dan akibat pemakaian tanda-tanda di dalam tingkah laku berbahasa. Penggolongan tanda dapat dilakukan dengan cara:
·         Tanda yang ditimbulkan oleh alam, diketahui manusia karena pengalaman, misalnya :
§  Hari mendung tanda akan hujan
§  Hujan terus-menerus dapat menimbulkan banjir
§  Banjir dapat menimbulkan wabah penyakit dan kelaparan.
·         Tanda yang ditimbulkan oleh binatang, diketahui manusia dari suara binatang tersebut, misalnya :
§  Anjing menggonggong tanda ada orang masuk halaman.
§  Kucing bertengkar (mengeong) dengan ramai suaranya tanda ada wabah penyakit atau keribytan (bagi masyarakat bangsa Indonesia yang ada di Jawa Barat), dst.
·         Tanda yang ditimbulkan oleh manusia, tanda ini di bedakan atas :
§  Yang bersifat verbal, adalah tanda yang dihasilkan menusia melalui alat-alat bicara.
§  Yang bersifat non-verbal, dibedakan menjadi 2, yaitu :
v  tanda yang dihasilkan anggota badan, dikenal sebagai bahasa isyarat, misalnya acungan jempol bermakan hebat, bagus.
v  tanda yang dihasilkan melalui bunyi (suara), misalnya bersiul bermakna gembira, memanggil, ingin kenal, dsb.
III.       Jenis-Jenis makna
·         Makna Leksikal: makna leksikal adalah makna yang sebenarnya, yang sesuai dengan hasil observasi indera kita, makna apa adanya, makna yang ada di dalam kamus.
Misalnya : kuda bermakna leksikal sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai.
·         Makna Gramatikal: makna gramatikal terjadi apabila terdapat proses afiksasi, reduplikasi, komposisi dan kalimatisasi.
Misalnya : berkuda, kata dasar kuda berawalan ber- yang bermakna mengendarai kuda.
·         Makna Kontekstual: makna sebuah kata yang berada di dalam suatu konteks. Misalnya :
§  Rambut di kepala nenek belum ada yang putih (bermakna kepala)
§  Sebagai kepala sekolah dia harus menegur murid itu.
·         Makna konteks dapat juga berkenaan dengan konteks situasinya, yakni tempat, waktu dan lingkungan penggunaan bahasa itu, misalnya: tiga kali empat berapa? Pertanyaan tersebut apabila dilontarkan kepada anak SD jawabannya adalah dua belas, tetapi apabila dilontarkan kepada tukang cetak foto jawabanya adalah dua ratus atau tiga ratus, karena pertanyaan tesebut mengacu pada biaya pembuatan pas photo yang berukuran tiga kali empat centimeter.
·         Makna referansial adalah makna yang berhubungan langsung dengan kenyataan atau referent (acuan), makna referensial disebut juga makna kognitif, karena memiliki acuan.
Misalnya :
§  orang itu menampar orang
§  orang itu menampar dirinya
·         Makna kognitif disebut juga makna denotative adalah makna yang menunjukkan adanya hubungan antara konsep dengan dunia kenyataan. Makna kognitif tidak hanya dimiliki kata-kata yang menunjuk benda-benda nyata, tetapi mengacu pula pada bentuk-bentuk yang makna kognitifnya, antara lain itu, ini, ke sana, ke sini.
Misalnya : orang itu mata duitan.
·         Makna konotatif adalah makna yang bersifat negatif, misalnya berbunga-bunga sampai tidak tahu sedangkan makna sedangkan makna emotif adalah makna yang bersifat positif.
Misalnya : dia adalah bunga di kampung itu.
·         Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari sebuah konteks atau asosiasi apa pun.
Misalnya : kata kuda memiliki makna konseptula sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai.
·         Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem atau kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa.
Misalnya : kata melati berasosiasi dengan suci atau kesucian, kata merah berasosiasi dengan berani.
·         Makna idiom adalah makna leksikal yang terbentuk dari beberapa kata. Kata-kata yang disusun dengan kombinasi kata lain dapat pula menghasilkan makna berlainan.
Misalnya : meja hijau bermakna pengadilan, membanting tulang bermakna bekerja keras.
·         Makna pribahasa adalah makna yang hampir mirip dengan makna idiom, akan tetapi terdapat perbedaan, makna pribahasa adalah makna yang masih dapat ditelusuri dari makna unsur-unsurnya karena adanya asosiasi antara makna asli dengan maknanya sebagai pribahasa, sedangkan makna idiom tidak dapat diramalkan.
Misalnya : seperti anjing dan kucing yang bermakna dua orang yang tidak pernah akur. Makna ini memiliki asosiasi bahwa binatang yang namanya anjing dan kucing jika bersuara memang selalu berkelahi, tidak pernah damai.
IV.   Referensi
Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta.
Kentjono, Djoko. 1990. Dasar-Dasar Linguistik Umum. Jakarta: FS UI.
http://anaksastra.blogspot.com/2008/11/sejarah-semantik.html
http://sastrawancyber.blogspot.com/2010/04/pengertian-semantik-menurut-beberapa.html

Sabtu, 11 Juni 2016

TENSES (STRUCTURE 2)

TENSES
          Adalah gambaran atau penjelasan kapan suatu peristiwa, perbuatan, kegiatan atau tindakan terjadi dalam kalimat : lampau, sekarang atau  yang akan datang. Disini saya akan menjelaskan apa saja bagian-bagian tenses itu. Seperti yang kita ketahui, Tenses ada 16 bagian, tetapi sebenarnya Tenses ada 32 bagian. Sekarang saya hanya akan menjelaskan ke-16 Tenses saja dan saya akan mengelompokkannya ke dalam 4 bagian besar Tenses, yaitu :
I.         Present Tense
Dibagi menjadi 4 bagian kecil, yaitu :
a.     Simple Present Tense
Untuk menyatakan suatu pekerjaan, peristiwa atau kejadian yang terjadi hari ini dan berulang kali dilakukan atau menrupakan suatu kebiasaan sehari-hari. Dalam Simple Present Tense ada 2 rumus yang digunakan, yaitu :
·         Nominal :
§  (+) S + Tobe + C
§  (-) S + Tobe + Not + C
§  (?) Tobe + S + C
Example :        (+) She is a student
            (-) She isn’t a student
            (?) Is she a student?
            (WH) Who is she?
·         Verbal :
§  (+) S + V1 + es/s + C
§  (-) S Do/Does + Not + V1 + C
§  (?) Do/Does + S V1 + C
Example :        (+) I go to school everday                               (+) She eats an apple
            (-) I don’t go to school everyday                    (-) She doesn’t eat an apple
            (?) Do you go to school everyday?                 (?) Does she eat an apple?
            (WH) Where do you go everyday?                 (WH) What does she eat?
*NB : Jika subjeknya tunggal (she,he,it) memakai es/s dan does
          Jika subjeknya jamak (I, you, we, they) memakai do dan tidak ada es/s
b.    Present Continuous tense
Untuk menyatakan suatu kejadian, perbuatan atau pekerjaan yang sedang berlangsung (terjadi) pada saat sekarang (waktu bicara). Dalam Present Continuous Tense hanya ada 1 rumus yang digunakan, yaitu :
·         Formula :
§  (+) S + Tobe + V1 + -ing + C
§  (-) S + Tobe + Not + V1 + -ing + C
§  (?) Tobe + S V1 + -ing +C
Example :        (+) I am writing a letter now
                        (-) I am not writing a letter now
                        (?) Am I writing a letter now?
                        (WH) What are you doing now?

c.     Present Perfect Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan, peristiwa atau kejadian yang terjadi pada waktu lampau dan masih ada hubungannya dengan sekarang atau sama juga seperti pengulangan pekerjaan (repeation activities). Dalam Present Perfect Tense terdapat 2 rumus yang digunakan, yaitu :
·         Nominal :
§  (+) S + Have/Has + Been + C
§  (-) S + Have/Has + Not + Been + C
§  (?) Have/Has + S + Been + C
Example :        (+) I have been here since morning
                        (-) I haven’t been here since morning
                        (?) Have you been here since morning?
                        (WH) When have you been here?
·         Verbal :
§  (+) S + Have/Has + V3 + C
§  (-) S + Have/Has + Not + V3 + C
§  (?) Have/Has + S + V3 + C
Example :        (+) She has eaten my bread just now
                        (-) She hasn’t eaten my bread just now
(?) Has she eaten my beard just now?
(WH) Who has eaten your bread just now?

d.    Present Perfect Continuous Tense
Untuk menyatakan suatu peristiwa atau perbuatan yang dimulai pada waktu lampau dan masih berlangsung hingga sekarang. Dalam Present Perfect Continuous Tense hanya digunakan 1 rumus, yaitu :
·         Formula :
§  (+) S + Have/Has + Been + V1 + -ing + C
§  (-) S + Have/Has + Not + Been + V1 + -ing + C
§  (?) Have/Has + S + Been + V1 + -ing + C
Example :        (+) I have been waiting for an hour
                        (-) I haven’t been waiting for an hour
                        (?) Have you been waiting for an hour?
                        (WH) When you have been waiting?


II.    Past Tense
Dibagi menjadi 4 bagian kecil, yaitu :
a.     Simple Past Tense
Untuk menunjukkan bahwa suatu perbuatan atau kegiatan terjadi pada waktu lampau dan berakhir pada saat tertentu diwaktu lampau dan waktu terjadinya diketahui. Dalam Simple Past Tense digunakan 2 rumus, yaitu :
·        Nominal :
§  (+) S + Was/Were + C
§  (-) S + Was/Were + Not + C
§  (?) Was/Were + S + C
Example :        (+) The train was 10 minutes late
                        (-) The train wasn’t 10 minutes late
                        (?) Was the train 10 minutes late?
                        (WH) When the train was late?
·        Verbal :
§  (+) S + V2 + C
§  (-) S + Did + Not + V1 + C
§  (?) Did + S + V1 + C
Example :        (+) He played badminton yesterday
                        (-) He didn’t play badminton yesterday
                        (?) Did he play badminton yesterday?
                        (WH) When he did play badminton?

b.    Past Continuous Tense
Untuk menunjukkan suatu peristiwa yang sedang berlangsung pada waktu lampau ketika peristiwa lain terjadi. Dalam Past Continuous Tense digunakan 1 rumus, yaitu :
·         Formula :
§  (+) S + Was/Were + V1 + -ing + C
§  (-) S + Was/Were + Not + V1 + -ing + C
§  (?) Was/Were + S + V1 + -ing + C
Example :        (+) She was reading a book when I watched Television
                        (-) She wasn’t reading a book when I watched Television
                        (?) Was she reading a book when I watched television?
                        (WH) What was she reading when you watched Television?

c.     Past Perfect Tense
Untuk menunjukkan suatu peristiwa yang sudah selesai dilakukan pada waktu lampau atau menerangkan suatu peristiwa yang lebih dahulu terjadi diantara 2 kejadian yang dibicarakan. Dalam Past Perfect Tense digunakan 2 rumus, yaitu :
·         Nominal :
§  (+) S + Had + Been + C
§  (-) S + Had + Not + Been + C
§  (?) Had + S + Been + C
Example :        (+) We had been at school when you went to Solo
                        (-) We hadn’t been at school when you went to Solo
(?) Had we been at school when you went to Solo?
                        (WH) Who went to Solo when we had been at school?
·         Verbal :
§  (+) S + Had + V3 + C
§  (-) S + Had + Not + V3 + C
§  (?) Had + S + V3 + C
Example :        (+) You had slept when I come last night
                        (-) You hadn’t slept when I come last night
                        (?) Had you slept when I come last night?
                        (WH) When you had slept when I come?

d.    Past Perfect Continuous Tense
Untuk menunjukkan suatu peristiwa yang sudah dimulai pada waktu lampau dan masih berlangsung pada waktu lampau pula. Dalam Past Perfect Continuous Tense digunakan 1 rumus, yaitu :
·         Formula :
§  (+) S + Had + Been + V1 + -ing + C
§  (-) S + Had + Not + Been + V1 + -ing + C
§  (?) Had + S + Been + V1 + -ing + C
Example :        (+) They had been singing, when we studied dancing
                        (-) They hadn’t been singing, when we studied dancing
                        (?) Had they been singing, when we studied dancing?
                        (WH) Who had been singing, when we studied dancing?


III.       Future Tense
Dibagi menjadi 4 bagian kecil, yaitu :
a.     Simple Future Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Dalam Simple Future Tense digunakan 2 rumus, yaitu :
·         Nominal :
§  (+) S + Will/Shall + Be + C
§  (-) S+ Will/Shall + Not + Be + C
§  (?) Will/Shall + S + Be + C
Example :        (+) Aerilyn will be here next year
                        (-) Aerilyn won’t be here next year
                        (?) Will Aerilyn be here next year?
                        (WH) When she will be here?
·         Verbal :
§  (+) S + Will/Shall + V1 + C
§  (-) S + Will/Shall + Not + V1 + C
§  (?) Will/Shall + S + V1 + C
Example :        (+) I will go to Surabaya next month
                        (-) I won’t go to Surabaya next month
                        (?) Will I go to Surabaya next month?
                        (WH) Who will go to Surabaya next mont?

b.    Future Continuous Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan sedang terjadi pada waktu yang akan datang. Dalam Future Continuous Tense digunakan 1 rumus, yaitu :
·         Formula :
§  (+) S + Will/Shall + Be + V1 + -ing + C
§  (-) S + Will/Shall + Not + Be + V1 + -ing + C
§  (?) Will/Shall + S + Be + V1 + -ing + C
Example :        (+) He will be playing basketball next week
                        (-) He won’t be playing basketball next week
                        (?) Will he be playing basketball next week?
                        (WH) When he will be playing basketball?

c.     Future Perfect Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan yang akan dilakukan tetapi telah tertunda tetapi akan dilakukan pekerjaan itu. Dalam Future Perfect Tense digunakan 2 rumus, yaitu :
·         Nominal :
§  (+) S + Will/Shall + Have + Been + C
§  (-) S + Will/Shall + Not + Have + Been + C
§  (?) Will/Shall + S + Have + Been + C
Example :        (+) Riri will have been at market
                        (-) Riri won’t have been at market
                        (?) Will Riri have been at market?
                        (WH) Who will have been at market?
·         Verbal :
§  (+) S + Will/Shall + Have + V3 + C
§  (-) S + Will/Shall + Not + Have + V3 + C
§  (?) Will/Shall + S + Have + V3 + C
Example :        (+) We will have finished our work by Monday
                        (-) We won’t have finished our work by Monday
                        (?) Will we have finished our work by Monday?
                        (WH) When we will have finished our work?

d.    Future Perfect continuous Tense
Untuk menyatakan suatu perbuatan yang sudah pada waktu lampau tetapi masih ada kemungkinan untuk dilanjutkan pada waktu yang akan datang. Dalam Future Perfect Tense digunakan 1 rumus, yaitu :
·         Formula :
§  (+) S + Will/Shall + Have + Been + V1 + -ing + C
§  (-) S + Will/Shall + Not + have + Been + V1 + -ing + C
§  (?) Will/Shall + S + Have + Been + V1 + -ing + C
Example :        (+) She will have been working in the office
                        (-) She won’t have been working in the office
                        (?) Will she have been working in the office
                        (WH) Where she will have been working?


IV.   Past Future Tense
Dibagi menjadi 4 bagian kecil, yaitu :
a.     Past Future Tense
Untuk menunjukkan suatu kejadian yang akan datang dilakukan pada waktu lampau. Dalam Past Future Tense digunakan 2 rumus, yaitu :
·         Nominal :
§  (+) S + Should/Would + Be + C
§  (-) S + Should/Would + Not + Be + C
§  (?) Should/Would + S + Be + C
Example :        (+) I should be scholar
                        (-) I shouldn’t be scholar
                        (?) Should you be scholar?
                        (WH) Who Should be scholar?
·         Verbal :
§  (+) S + Should/Would + V1 + C
§  (-) S + Should/Would + Not + V1 + C
§  (?) Should/Would + S + V1 + C
Example :        (+) You should give us your book the week before
                        (-) You shouldn’t give us your book the week before
                        (?) Should you give us your book the week before?
                        (WH) Who should give us the book the week before?

b.    Past Future Continuous Tense
Untuk menunjukkan suatu kejadian yang akan sedang terjadi pada waktu lampau. Dalam Past Future Continuous Tense digunakan 1 rumus, yaitu :
·         Formula :
§  (+) S + Should/Would + Be + V1 + -ing + C
§  (-) S + Should/Would + Not + Be + V1 + -ing + C
§  (?) Should/Would + S + Be + V1 + -ing + C
Example :        (+) I should be meeting in the office 2 days again
                        (-) I shouldn’t be meeting in the office 2 days again
                        (?) Should you be meeting in the office 2 days again?
                        (WH) When you should be meeting in the office?

c.     Past Future Perfect Tense
Untuk menunjukkan suatu kejadian yang tidak terjadi, mungkin terjadi atau sebenarnya dapat dilakukan namun tidak berhasil dilakukan dimasa lampau. Dalam Past Future Perfect Tense digunakan 2 rumus, yaitu :
·         Nominal :
§  (+) S + Should/Would + Have + Been + C
§  (-) S + Should/Would + Not + Have + Been + C
§  (?) Should/Would + S + Have + Been + C
Example :        (+) She would have been married if her parents had permitted
                        (-) She wouldn’t have been married if her parents had permitted
                        (?) Would she have been married if her parents had permitted?
                        (WH) Who would have been married if her parents had permitted?
·         Verbal :
§  (+) S + Should/Would + Have + V3 + C
§  (-) S + Should/Would + Not + Have + V3 + C
§  (?) Should/Would + S + Have + V3 + C
Example :        (+) I should have seen John if I had come earlier
                        (-) I shouldn’t have seen John if I had come earlier
                        (?) Should you have seen John if I had come earlier?
                        (WH) Who should have seen John if I had come earlier?

d.    Past Future Perfect Continuous Tense
Untuk menyatakan suatu kejadian yang akan sedang terjadi dan masih berlanjut dimasa lampau. Dalam Past Future Perfect Continuous Tense digunakan 1 rumus, yaitu :
·         Formula :
§  (+) S + Would + Have + Been + V1 + -ing + C
§  (-) S + Would + Not + Have + Been + V1 + -ing + C
§  (?) Would + S + Have + Been + V1 + -ing + C
Example :        (+) He would have been playing chess yesterday
                        (-) He wouldn’t have been playing chess yesterday
                        (?) Would he have been playing chess yesterday?
                        (WH) When he would have been playing chess?